reka ulang setiap malam

mendadak ac di kantor menurunkan derajat kesadaran hingga titik galau. antara keinginan makan cangkalang dan sambal roa ditambah takjubnya hidup saya beberapa bulan ini. 

saya berhasil berkompromi dengan cinta kembali, dan hebatnya lagi si dia yang sekarang ada disetiap sedu sedan, rindu dan kesal adalah orang terhebat yang pernah saya miliki. 

biarpun dia selalu menyenangi posisi terbaiknyanya balik ke kiri dan saya selalu ditepiskan  jika hendak memeluknya. tapi terkadang di sela antara mimpi dan rendahnya kesadaran, saya selalu merasakan tangan cantiknya menyentuh dan mengusap kening, bibir nya mencium kening dan matanya lekat menatap wajah saya yang selalu tidak pernah oke dari sudut manapun. 

bahkan rasanya sulit jika harus tertidur tanpa rutinitas bersama dia.